Category: Cerpen

Bunyi Klakson dan Asmara di Sekitarnya (Solopos, 28 Februari 2021)

Bunyi Klakson dan Asmara di Sekitarnya (Solopos, 28 Februari 2021)

Bunyi Klakson dan Asmara di Sekitarnya ■cerpen Setia Naka Andrian   Pagi-pagi sekali, Leman mengendarai motornya dengan begitu santai. Kedua roda motor seakan menggelinding sendiri tanpa dikendalikannya. Seperti ada saluran yang menghubungkan otak Leman dengan mesin motornya. Kedua telinga Leman pun disumbat earphone yang meluncurkan koleksi lagu dari ponsel di sakunya, baik dangdut maupun lagu…

Read More Read More

Pagebluk dan Telur Naga Merah (Cendananews, 18 April 2020)

Pagebluk dan Telur Naga Merah (Cendananews, 18 April 2020)

Pagebluk dan Telur Naga Merah ■cerpen Setia Naka Andrian Kampung tiba-tiba digegerkan kabar tentang telur yang bisa menangkal pagebluk. Desas-desus itu beredar luas. Selepas hampir tiga bulan ini virus mematikan menebar di seluruh dunia, hingga sampai di sebuah kampung terpencil yang cukup jauh dari kota. “Kamu tahu tentang kabar telur yang manjur itu, Sul?” Tanya…

Read More Read More

Kaceb! (Tribun Jabar, 29 Desember 2019)

Kaceb! (Tribun Jabar, 29 Desember 2019)

Kaceb! ■cerpen Setia Naka Andrian Apa yang mengendus dari otak Kaceb jika harus mengayuh becak pada hari yang begitu panas? Ditambah lagi sedang musim bulan puasa. Matahari benar-benar terasa di atas kepalanya. Rasa panas seketika memanggang tubuhnya yang hitam pekat itu. Karena bagaimanapun semua orang tahu, jika kalor pasti akan meluncur menuju benda-benda yang hitam…

Read More Read More

Agama Air (Kompas.id, 21 Desember 2019)

Agama Air (Kompas.id, 21 Desember 2019)

Agama Air ■cerpen Setia Naka Andrian Sebelum cahaya hari ini napasnya tersendat-sendat hingga sepenuhnya lenyap di sisi barat kepala jagat, dan sebelum ada pertanyaan-pertanyaan keluar dari mulut para pelayat, “Ia meninggal karena apa? Apakah ia bisa hidup tanpa minum? Ada berapa sungai yang akan diwariskan kepada kita?” Sebelum semua itu bergulir. Bolehlah aku bercerita tentang…

Read More Read More

Makam Nyai Malinda (Suara Merdeka, 23 Juni 2019)

Makam Nyai Malinda (Suara Merdeka, 23 Juni 2019)

Makam Nyai Malinda ■cerpen Setia Naka Andrian Malinda, begitulah nama dalam nisan yang selalu basah dengan aroma kembang-kembang. Kerumun orang-orang pun mengantri dari hari ke hari. Sungguh, tak seperti pada umumnya peziarah datang ke makam alim ulama atau kiai. Kali ini nisan yang bertulis Malinda pun ramai pengunjung. Lebih-lebih ketika Ramadan seperti ini. Para pengunjung…

Read More Read More

Pengamen Jamaah Jumat (NU Online, 11 Maret 2018)

Pengamen Jamaah Jumat (NU Online, 11 Maret 2018)

Pengamen Jamaah Jumat ■cerpen Setia Naka Andrian “Allahumma shalli shalatan kamilatan wa salim salamaan tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin alladzi tankhallu bihil-‘uqodu wa tanfariju bihil-kurobu wa tuqdho bihi-lkhawa-‘iju wa tunaalu bihi-rroghoibu wa khusnul-khowatimi wa yustatsqol-ghomaamu bi wajhihil-karimi wa ‘ala alihi washohbihi fi kulli lamkhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka,” begitulah yang ia lantunkan pada…

Read More Read More

Hikayat Penyakit Hati (Tribun Jabar, 21 Januari 2018)

Hikayat Penyakit Hati (Tribun Jabar, 21 Januari 2018)

Hikayat Penyakit Hati ■cerpen Setia Naka Andrian Aku ingin suatu saat menemukan orang yang menjual hati. Merelakan salah satu organ terpenting dalam tubuhnya untuk dijual kepadaku yang kali ini sangat membutuhkan. Tentunya hati yang belum terluka seperti hatiku ini. Berapapun harganya pasti akan kubeli. Karena setidaknya aku masih memiliki sisa warisan rumah beserta tanahnya, itu…

Read More Read More

Dalang Jemblung (Majalah Kanal, Vol. III, Edisi V, April 2017)

Dalang Jemblung (Majalah Kanal, Vol. III, Edisi V, April 2017)

Dalang Jemblung■cerpen: Setia Naka Andrian Ki Jemblung, bukanlah dalang yang biasa. Ia dikenal sangat luar biasa. Siapa saja yang datang dalam pertunjukan wayangnya, maka mereka akan kembung hingga berkali-kali kebelet kencing, membawa perut mereka mual hingga akan menciptakan antrian panjang di WC kepunyaan beberapa warga di dekat tempat pertunjukan. Padahal para pengunjung yang menyaksikan pertunjukan…

Read More Read More

Natal yang Mukim di Kamar Lindra (Suara Merdeka, 27 Desember 2015)

Natal yang Mukim di Kamar Lindra (Suara Merdeka, 27 Desember 2015)

Natal yang Mukim di Kamar Lindra■cerpen Setia Naka Andrian Natal segera tiba. Besok Natal akan mengunjungi rumahku. Juga pasti Natal akan mukim di kamarku. Namun kurasa masih sama dengan Natal yang tiap tahun mukim di kamarku, tetap tak beda. Aku masih tak mampu berbuat apa-apa. Hanya terbaring saja di ranjang sambil meniti kesunyian ini. Walaupun…

Read More Read More

Terlambat Sungkem (Annida Online, September 2009)

Terlambat Sungkem (Annida Online, September 2009)

Terlambat Sungkem Cerpen Setia Naka Andrian Setelah seharian berlayar, kapal merabun menatap kejauhan. Dia tiba-tiba menepi karena mendengar dan terbisik. Dan sejumlah perahu nampak berdesakan berbaris berjajar di pantai. Menyebut dan mengalihkan ketika semua tertuju untuk pedagang ikan. Masih saja terselimut bayang-bayang tentang masa silam. Hari ini tak pernah memberi arti. Masih selalu itu-itu saja. Apalagi…

Read More Read More