Category: Opini

Bahasa dan Emotikon (Jawa Pos, 9 Juni 2019)

Bahasa dan Emotikon (Jawa Pos, 9 Juni 2019)

Bahasa dan Emotikon Oleh Setia Naka Andrian Seperti apa gerak dan produksi bahasa kita hari ini? Tentu kita begitu mafhum, bagaimana bahasa berjalan menelusuri kampung-kampung, kota, sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan segenap ruang-ruang lain yang sangat memungkinkan penuh dengan laku komunikasi diri terhadap liyan. Dari situ, bahasa bergerak sesuai dengan siapa yang menggunakannya. Bahasa…

Read More Read More

Lapak Baca Bergerak di Mandar (Suara Merdeka, 2 Juni 2019)

Lapak Baca Bergerak di Mandar (Suara Merdeka, 2 Juni 2019)

Lapak Baca Bergerak di Mandar Oleh Setia Naka Andrian Belakangan ini begitu menjamur laku literasi di berbagai daerah. Entah apa sebab, namun pasti segala itu bukan karena Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang digemborkan pemerintah. Para pegiat literasi seakan berasyik masyuk dalam geraknya, meski dalam lingkup lebih kecil, yakni di kampung halamannya masing-masing. Jika di dekat…

Read More Read More

Masyarakat Penerima dan Penyebar Saja (Wawasan, 16 November 2017)

Masyarakat Penerima dan Penyebar Saja (Wawasan, 16 November 2017)

Masyarakat Penerima dan Penyebar Saja Oleh Setia Naka Andrian Gerak kemajuan teknologi informasi seakan tak sebanding dengan jagat nalar masyarakat kita. Kini segala sesuatu dapat dengan mudah diterima dan betapa entengnya disebarkan begitu saja, kapan saja, di mana saja. Setiap detik, kita seakan kerap dibanjiri informasi yang tak lagi mampu terbendung. Hadir melalui beragam aplikasi…

Read More Read More

Sastra Lokal dan Kebinekaan (Wawasan, 11 Agustus 2017)

Sastra Lokal dan Kebinekaan (Wawasan, 11 Agustus 2017)

Sastra Lokal dan Kebinekaan Oleh Setia Naka Andrian Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi II) 2017 telah terselenggara pada 18 hingga 20 Juli di Hotel Mercure Ancol Jakarta. Ini kali kedua perhelatan yang diselenggarakan Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, selepas Munsi pertama pada tahun lalu. Jika tahun lalu peserta Munsi…

Read More Read More

Spirit Selepas Lebaran Rampung (Derap Guru, Agustus 2017)

Spirit Selepas Lebaran Rampung (Derap Guru, Agustus 2017)

Spirit Selepas Lebaran Rampung Oleh Setia Naka Andrian Lebaran telah usai. Halal bi halal tinggal sisa-sisa. Tidak sedikit dari lembaga pemerintahan, pendidikan, komunitas, organisasi serta masyarakat luas menjalani ritual tahunan tersebut pada minggu pertama, kedua, ketiga, atau bahkan minggu keempat Lebaran. Saling bermaaf-maafan, setelah mengaku banyak berbuat salah. Halal bi halal dilaksanakan, setelah tunai menjalankan…

Read More Read More

Paguyuban dan Sambung Napas Institusi

Paguyuban dan Sambung Napas Institusi

Paguyuban dan Sambung Napas Institusi Oleh Setia Naka Andrian Hari Minggu, adalah hari yang saya setir untuk selalu bangun pagi. Bahkan lebih pagi dari hari-hari lain. Jika hari Senin hingga Jumat (hari kerja), saya biasa bangun pukul 5 hingga mepet-mepetnya pukul 6 atau melestnya pukul 6.30, maka tidak untuk hari Minggu. Tubuh ini seakan telah…

Read More Read More

Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif (Tribun Jateng, 5 Agustus 2017)

Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif (Tribun Jateng, 5 Agustus 2017)

Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif Oleh Setia Naka Andrian Salim Said dalam bukunya Profil Dunia Film Indonesia (1982) mengisahkan bahwasanya Usmar Ismail berusia 29 tahun ketika mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini) pada 1950. Usmar konon berkata, “Kami tidak akan mempertimbangkan segi komersial.” Dengan bakat dan kemauan ia bertekad menciptakan film nasional. Terbukti, film pertamanya Darah…

Read More Read More

Pengajar di Luar Tempurung (Wawasan, 27 Juli 2017)

Pengajar di Luar Tempurung (Wawasan, 27 Juli 2017)

Pengajar di Luar Tempurung Oleh Setia Naka Andrian Tentu setiap orang menyimpan banyak kenangan dari riwayat pengajar/gurunya masing-masing. Barangtentu sudah sangat kita akrabi ungkapan William Arthur, bahwa guru biasa ‘mengatakan’, guru baik ‘menjelaskan’, guru superior ‘mendemonstrasikan’, dan guru luar biasa ‘menginspirasi’. Pasti sepanjang hidup kita hanya akan mengingat beberapa saja pengajar yang menginspirasi, dibandingkan dengan…

Read More Read More