Category: Puisi

Puisi Setia Naka Andrian (Beritabaru.co, 6 Februari 2021)

Puisi Setia Naka Andrian (Beritabaru.co, 6 Februari 2021)

Sebuah Papan Nama   Sebuah papan nama. Ditanam saat hujan belum reda. Kami menyaksikan, sepotong telur diiris-iris menjadi anak-anak berlari.   Larinya kian kencang, kencang sekali Sambil mencoreng kanan mencoreng kiri. Jalanan sesak dipenuhi bonus kuota internet di matamu yang dikupas masa depan tak berarti.   Sebuah papan nama. Ditanam saat hujan belum reda. Panjangkanlah,…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Harian Rakyat Sultra, 22 November 2020)

Puisi Setia Naka Andrian (Harian Rakyat Sultra, 22 November 2020)

Sibuk Dilanda Kekalahan   Kita kerap sibuk dilanda kekalahan. Tidur dan terjaga rasanya sama saja. Hari-hari bergerak seperti biasanya.   Kau menangis pelan, saat kabar menimpa halaman rumahmu yang kian tenggelam.   Kau ditulis dan ditempa nasib dari berbagai pilihan. Dalam dirimu, seakan segala penciptaan reformasi di dasar kedalaman mirip pangkuan ibumu yang kerap gemetar.…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Suara Merdeka, 8 November 2020)

Puisi Setia Naka Andrian (Suara Merdeka, 8 November 2020)

Agama Luka   Kabarkan kami kepada luka Yang menjadikan semua Tinggal serumah dengan gang sebelah dan agama-agama   Kabarkan kami kepada luka Yang menjadikan kami pengembara Tinggal serumah dengan anak panah yang kerap lepas mengunjungi Banyak persoalan dan duka-duka   Kabarkan kami kepada luka Yang menjadikan kami memeluk telunjuk tanganmu setiap kali hujan mengguyur deras…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Ideide.id, 21 April 2020)

Puisi Setia Naka Andrian (Ideide.id, 21 April 2020)

  Sudah Berapa Jam Lalu  Sudah berapa jam lalu,kau tumbuh di atas punggungkuKau menikam banyak rinduYang ditanam pelandi antara catatan yang lupaDitanam di jalan-jalanMenuju ketiadaanmu Sudah berapa jam lalu,kau telah memilih tak megunjungikuKau bilang,“Sudahlah, jangan cemasAku telah tumbangdalam sekejap waktuSelepas segalamu tumbuhdi punggungku” Demikianlah kau,yang menjadikan kami kikirYang membiarkan segenap rakyatmuterlampau fakiruntuk menentukan segala iman Masa itu, kau begitu…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Buletin Tanpa Batas, Agustus 2019)

Puisi Setia Naka Andrian (Buletin Tanpa Batas, Agustus 2019)

Bunga yang Tumbuh dari Perahu :fa Bunga, kau mawar yang tumbuh dari perahu-perahu. Seratus abad lamanya aku menunggumu. Di tepi mimpi yang mekar dari ujung telunjuk yang pernah kau arahkan mengaliri sepanjang garis telapak tanganmu. Mengalir, mengalir, dan menganakpanah, hingga sekarang, ketika kau tumbuh dewasa. Lihatlah bunga, jarimu telah menemukan putaran roda dalam doa yang…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Suara Merdeka, 8 Desember 2019)

Puisi Setia Naka Andrian (Suara Merdeka, 8 Desember 2019)

Menunggu Ujian Aku bertanya kepadamu,“Kau tidak takut dengan ujian?” “Tidak.” “Kenapa?” “Kita tunggu saja di sini.” “Ujian sedang di mana?” “Di hari yang jauh sana ujian sedang bersama banyak berita.” Lalu kita sepakat menunggu, Mencoba tenang, menyambut dengan matang Tengadah tangan terbuka lebar Mata berkedip dengan pelan Sesekali kita bertatapan Namun, ujian tak kunjung datang…

Read More Read More

Puisi Setia Naka Andrian (Litera.co.id, 1 September 2018)

Puisi Setia Naka Andrian (Litera.co.id, 1 September 2018)

Kami Diajak Bertapa Kami yang telah diajak bertapa Bersama mereka, anak-anak yang kerap girang sebelum petang dititipkan kepada siapa-siapa Kami yang telah diajak bertapa Bersama mereka, ibu-ibu pencuci piring di bawah pohon-pohon yang gagal kekal Sebelum segalanya tak tahu akan ditumpahkan ke mana Kami yang telah diajak bertapa Bersamamu, Tuan Kami rela menjadi rupa atau…

Read More Read More