Ke Eropa, Berkendara Kata (2)

Ke Eropa, Berkendara Kata (2)

Tak sedikit yang tanya, kenapa bisa lolos program Residensi Penulis Indonesia dari Komite Buku Nasional dan Kemendikbud ini. Seperti apa proposal yang diajukan, dan pertanyaan lain di sekitar itu, semua terkait kelolosan saya mengikuti residensi penulisan di Belanda ini. Ya, saya jawab hampir sama. Dan jawaban awal yang saya lontarkan adalah, saya ini sepertinya hanya beruntung. Tak lebih dari itu. Bahkan mirip keberuntungan saya sebagai orang desa yang bisa pergi ke mana-mana karena mengendarai kata-kata.

Bahkan saat mendaftar pun, saya sama sekali tak yakin. Sebab saya membayangkan dan mendengar, di luar sana banyak sekali para penulis dan sastrawan-sastrawan “sangar” (besar) yang telah mendaftar. Dan saya hanya modal nekat, meski tetap saya sungguh-sungguh dalam prosesnya. Tak jarang saya bertanya sana-sini, konsultasi pula kepada beberapa kawan, terutama yang telah menjalani residensi serupa pada tahun sebelumnya. Semua itu saya simak dengan baik, segala yang tumbuh dari mulut atau dari kata-kata yang bermunculan di layar percakapan WhatsApp.

Mau bagaimana lagi, saat pengumuman siapa saja yang lolos residensi ini pun, saya sungguh kaget. Kaget pertama, nama saya muncul dalam deretan peserta residensi. Kaget kedua, ternyata total pendaftar hingga 437, dan yang lolos hanya 34 (total peserta residensi di dalam dan luar negeri), sedangkan jika yang di luar negeri saja ada 17 peserta. Lalu jika sudah begitu, apalagi kalau bukan semata-mata karena keberuntungan? Sungguh, tak lebih dari itu.

Bahkan dalam mendaftarkan diri, ini kali pertama bagi saya. Dan alhamdulillah langsung terkabulkan. Sungguh sangat tak saya sangka. Jika boleh saya menengok residensi penulisan di daerah 3T yang saya ikuti beberapa bulan yang lalu itu, saya telah mendaftar kedua kalinya. Barulah selepas pendaftaran kedua saya bisa lolos. Tahun 2018 saya mendaftar, namun tak lolos. Awalnya pun, saat mendaftar residensi ke luar negeri ini saya sempat berpikiran ini salah satu ikhtiar untuk ikut, yang utama ikut dulu. Pikir saya kala itu, daripada tidak ikut sama sekali. Setidaknya, ada ikhtiar yang patut dicatat.

Dan ada hal lain yang saya kira cukup penting serta perlu diperhatikan dalam mendaftar residensi ini. Bahkan ini pun sesungguhnya warisan dari kawan baik saya, yang telah lolos tahun lalu pada residensi serupa yang sedang saya jalani ini. Ya, kawan baik saya yang mohon maaf tak saya sebutkan namanya. Namun bolehlah jika suatu saat ingin lebih tahu, mari kita ngopi bersama, ngobrol lebih jauh, dan tentunya jika diizinkan oleh kawan saya itu, maka akan saya sampaikan siapa nama kawan baik tersebut.

Beberapa hal ini tentu agak berasa di luar ketentuan-ketentuan umum dan khusus yang diterbitkan oleh panitia. Beberapa hal tersebut di antaranya, yang pertama, proposal yang kita ajukan haruslah jelas, ingin melakukan apa, di mana, kenapa memilih itu, memilih tempat atau kota itu dan kenapa tidak yang lainnya. Lalu yang kedua, segala itu tentu yang berkait-paut dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Terkait dengan proses kreatif (penulisan karya) yang telah kita lakukan sebelumnya. Yang ketiga,  ini sesungguhnya yang paling penting. Meski kerap ini dianggap klise. Adalah doa kuat.

Kiranya itu, sebab dalam pengajuan proposal itu tak begitu panjang. Dan proposal itu pun hanya diterima panitia melalui pengisian dalam Google Formulir. Jadi, tak panjang-panjang. Tentu harus singkat, padat, dan jelas. Ini juga juga sama, bisa dianggap klise lagi rupanya.

Alhamdulillah, selepas melewati perjalanan di udara yang cukup panjang, tibalah saya di Schiphol International Airport Amsterdam Belanda. Pada Rabu, 16 Oktober 2019 pukul 13.45 waktu di Amsterdam, pesawat yang saya tunggangi mendarat. Sangat melelahkan. Sebab sebelumnya perjalanan dari Jakarta menuju Doha Qatar selama 8,5 jam. Setelah itu transit di Doha Qatar selama 18 jam. Untungnya bisa menjalani City Tour di negeri kaya Qatar selama 3 jam. Lalu ada Sleeping Room gratis bagi para pelancong yang mengikuti City Tour di Qatar.

Kemudian saya harus menunggu hingga pagi, bermalam hanya tidur sejenak-sejenak dan waktu subuh (waktu setempat) saya bangun dan berkemas untuk penerbangan selanjutnya. Selama sekitar 7 jam perjalanan dari Doha Qatar menuju Amsterdam Belanda. 

Ya, begitu melelahkan. Namun saat mendarat di tanah residensi ini, mata saya berkaca-kaca. Kembali lagi saya resapi, sangat tak terbayangkan bagi saya untuk menginjakkan kaki di jagat kincir angin ini. Bismillah. Semoga kerja residensi penulisan selama dua bulan ini berjalan lancar. Sangat diharap doa dari semua pihak. Dan tentu, terima kasih sangat untuk program Residensi Penulis Indonesia 2019 yang telah membawa saya ke Belanda. Terima kasih Beasiswa Unggulan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Komite Buku Nasional, Universitas PGRI Semarang, Jarak Dekat Kendal, serta berbagai pihak yang tak bisa saya sebut satu-satu. Salam.[]

Visitors : 286 views

63 Replies to “Ke Eropa, Berkendara Kata (2)”

  1. Pak kami anak anak mu akan doakan yg terbaik buat pak naka
    Agar bisa lolos dalam perjuangannya
    Dan bisa pulang lebih cepat ke indonesia
    Dan bisa berkumpul bersama kami lagii
    Di kampus pgri Semarang.
    Tuhan berkati pak naka…. Dalam perjuangannya.

    (Marius warkuta kls 1B)

  2. Itu adalah hadiah untuk perjuangan bapak selama ini yang berawal dari hobi dan terus menjadi karya yang nyata. semoga bapak terus sukses dan bisa berkeliling dunia untuk membagikan ilmu dan karya bapak kepada orang-orang.

    (Yulia Syafitri 1 B)

  3. Manjadda wajadda (barang siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil). Mungkin dengan adanya pak naka disana dalam keadaan yang tidak disangka, itu semua adalah hadiah dari Allah atas usaha dan ikhtiar bapak. Semoga kami mahasiswa pak bisa mengikuti jejak pak naka, bukan hanya orangnya saja yang bisa pergi keliling dunia, tetapi terbitannya juga. Semoga sehat terus buat pak naka, dan istri tercinta yang sedang berlibur disana.

    (Anisa Nur'aini 1B (19410076)

  4. Sukses terus Pak Naka, semoga karya-karyanya bisa bermanfaat dan bisa menginspirasi banyak orang,dan juga semoga karya-karyanya bisa mendunia. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua tergantung pemikiran, usaha dan doa yang kita panjatkan selama ini. Doakan kami semua ya pak, semoga kami bisa menyusul seperti Pak Naka menjadi seorang penulis hebat, yang bisa menginspirasi banyak orang melalui tulisan-tulisannya. Aamiin, sukses terus Pak Naka.
    (Yulia Rachmawati. 1B. 19410100)

  5. Tak henti-henti nya saya kagum membaca kisah perjalanan pak naka,saya setuju sekali dengan salah satu kutipan pak naka bahwa doa itu kuat dan bahkan usahapun kurang lengkap jika tidak adanya doa yang terselip di dalam-nya,tak bisa dipungkiri semua pencapian kita selama ini ada peran doa ibu,ayah dan orang terkasih kita.

    (SUCI RAHAYU 1B (19410120)

  6. Ikhtiar, kerja keras dan keberuntungan bapak membuat apa yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin. Dorongan dari orang terdekat membuat saya tahu bahwa itu juga merupakan kekuatan untuk terus maju. Semangat pak Naka.Karyamu inspirasi kami…

    (Tri Vani Winda Devi 1B)

  7. Pak Naka jangan lupa jaga kesehatan dan jangan lupa besyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya. semoga pak Naka selalu dalam lindungan-Nya. Amin

  8. Diaz Parama berkata…
    Pak Naka jangan lupa jaga kesehatan dan jangan lupa besyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya. semoga pak Naka selalu dalam lindungan-Nya. Amin

    (Diaz Parama Arta 1B)

  9. Sungguh hebat Pak Naka. Banyak hal yang saya teladani dari kisah perjalanan hidup bapak, bahwa semua itu tidak ada yang tidak mungkin. "Kun Fayakun", jika Allah sudah menghendaki maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Semua ini berkat usaha, doa, dan tawakkal bapak sehingga Allah memberikan takdir baik-Nya. Karena apapun yang menjadi harapan kita, tetaplah tenang, dan tetaplah berusaha segigih mungkin sehingga takkan pernah ada usaha yang berakhir sia-sia. Kita doakan semoga kerja residensi penulisan yang telah dilalui bapak berjalan lancar, selalu diberi kesehatan dan menuai hasil yang maksimal.
    (Reni Ulfiana Wulandari 1B)

  10. Bismillah jaga kesehatan ya, pak. Tetap semangat, tetap berkarya, dan sukses selalu. Kami mahasiswa UPGRIS prodi PBSI menunggu dan menyambut hangat kepulangan anda dan jangan lupa oleh-olehnya pak.

    (Intan Nibrosy Rubyssalam 1B 19410089)

  11. Semua ini sudah menjadi jalan Pak Naka dari Sang Pencipta Alam. Melalui karya yang bapak ciptakan dengan kerja keras bapak, dengan tekat bapak, dan dengan kegigihan bapak dalam menciptakan karya karya bapak ini. Tak lupa doa dari orang-orang terdekat bapak, terutama orang tua dan keluarga bapak:) Sehat dan sukses selalu Bapak Setia Naka Adrian. Kami selalu mendoakanmu.

  12. Semua ini sudah menjadi jalan Pak Naka dari Sang Pencipta Alam. Melalui karya yang bapak ciptakan dengan kerja keras bapak, dengan tekat bapak, dan dengan kegigihan bapak dalam menciptakan karya karya bapak ini. Tak lupa doa dari orang-orang terdekat bapak, terutama orang tua dan keluarga bapak:) Sehat dan sukses selalu Bapak Setia Naka Adrian. Kami selalu mendoakanmu.

    (ANNISA PRATIWI WIDAYANI, 1B)

  13. Jujur saya bangga kepada Pak Naka yang begitu sangat masih mudanya yang dapat menciptakan sebuah karya karya yang sangat baik yang membuat saya pribadi terpukau atas karya karya yang Pak Naka ciptakan. Kami semua selalu mendoakanmu.
    Good luck pak Setia Naka Adrian.

    (Rizal Muhaimin 1B npm:19410077)

  14. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itu semua jawaban dari setiap doa yang pak Naka Panjatkan kepada Tuhan. Melalui karya menulis pak Naka bisa mengantarkan kesuksesan untuk pak Naka. Jangan lupa untk bersyukur atas kesuksesan yang pak Naka raih. Semoga pak Naka sehat selalu disana dan selalu dalam lindungan-Nya.

    (Malihatuz Zuhriyah Istianti 1B 19410101)

  15. Semangat dan sukses terus pak Naka!. Jangan pernah berhenti untuk terus berkarya pak, karena karya itulah sekarang bapak berada di negeri Kincir Angin itu. Dan semoga karya bapak selalu menjadi yang terbaik
    (Wandha Ayu Rukmika, 1B 19410104 )

  16. Tetap dalam lindungan Yang Mahakuasa nggih Pak dan semoga Alloh selalu meridhoi setiap langkah kaki bapak. Sungguh luar biasa bapak dapat menapakkan kaki di negeri Kincir Angin melalui sederet kata.Tetaplah menjadi inspirator kami nggh pak🙏 Kekuatan doa tiada yang dapat mengira begitu juga dengan ikhtiar,keduanya telah seimbang dan membawa bapak dalam bingkai keberhasilan.

    (Pipit Nadia 1B)

  17. Selamat Bapak Setia Naka Andrian, Bapak adalah orang hebat yang telah membuktikan bahwa berawal dari hal kecil bisa memberi keberuntungan dan keberhasilan. Dari kata-kata dapat menginspirasi banyak orang. Semoga kita dapat mengikuti jejak bapak yang terus berjuang dan berdoa pada Tuhan.
    Tidak ada yang mustahil selagi kita mau berniat memulai dan terus berusaha.

    (Yetty Okta Viani, 1B)

  18. Hebat Pak Naka, selamat dan sukses terus Pak Naka. Sungguh luar biasa perjuangan Pak Naka yang begitu hebat, usaha yang tidak mengkhianati hasil, jika mau berusaha pastinya kita bakalan bisa mencapainya.Selamat pak 🙂

    (Risa Dwi Sofya Yulianti, 1B PBSI (19410105) )