OraNgiro Management, Lahir Demi Mendamba Kreativitas Seniman Kendal

Berkesempatan foto bersama: Mustofa (Owner/CEO) OraNgiro Management bersama Edy Dodot serta segenap tim dan para seniman yang terlibat dalam proses kerja kreatif beberapa karya musik easy listening yang diunggah di channel Youtube OraNgiro Musik selama satu bulan belakangan ini.

Dalam kondisi serba susah di masa pandemi tentu menjadi oase tersendiri jika tercipta sebuah ruang penampung kreativitas bagi masyarakat. Persoalan tersebut ternyata telah direspon baik oleh Orangiro Management yang telah berproses sejak satu bulan belakangan. Pada Sabtu 25 Juli 2020, OraNgiro Management menandai kelahiran kerja kreatifnya dalam sebuah acara dengan tajuk “Grand Launching Garangan Mutik Nida Ratu Kendang”. Acara berlangsung di Sae Inn Hotel Kendal, Jawa Tengah.

OraNgiro Management hendak berupaya untuk memberikan dukungan seluas-luasnya terhadap kreativitas anak bangsa pada umumnya, dan kreativitas seniman Kendal pada khususnya. OraNgiro juga berupaya meningkatkan kesejahteraan finansial bagi para seniman yang terlibat atau tergabung dalam program kreatif yang digerakkannya melalui media internet (digital marketing). Sudah tentu segala program yang dikerjakan dibuka selebar-lebarnya untuk berbagai karya seni. Baik seni musik, film, drama, sastra, dan lainnya.

“Kali ini kami berniat membuat acara, paling tidak menjadi sebuah selamatan, melakukan doa bersama. OraNgiro Management ingin memberikan ruang terbaik bagi insan seni di negeri ini pada umumnya, dan pada khususnya kami ingin fokus mendukung kreativitas para seniman di Kendal. Tentu segala itu butuh dukungan, mohon doa restu pula kepada segenap seniman dan para pegiat budaya yang telah hadir pada kesempatan kali ini. Yang pasti, kami di sini hadir untuk sepenuhnya mendukung kreativitas dari teman-teman untuk menuangkan segenap ide/gagasan dalam balutan estetika yang asli diciptakannya sendiri (original). Dari karyanya tersebut kami berupaya agar para seniman dapat memperoleh penghasilan, atau paling tidak untuk menyokong roda kerja kreatif yang dijalani mereka.” tutur Mustofa, Owner/CEO OraNgiro Management dalam sambutannya.

Bagi Mustofa, sebenarnya memasarkan produk (karya) bisa diperkenalkan tidak hanya dalam skala lokal semata. Namun bisa menjangkau skala nasional atau bahkan internasional, jika kita kerjakan sebaik-baiknya dalam kerja digital marketing di era serba internet seperti sekarang ini. Dengan komitmen yang kuat, OraNgiro Management bercita-cita agar bagaimana caranya membangun perekonomian para pekerja kreatif bukan dengan jalur politik, tetapi dengan sepenuhnya diupayakan dari hasil karya seninya. Tentu dengan menggunakan/memanfaatkan kerja digital marketing.

baca juga  Bedah Buku Puisi Eventide FPBS Universitas PGRI Semarang

“Kami senantiasa akan berjuang untuk membantu para seniman dapat meraup nilai ekonomi dengan karya. Terbukti melalui saluran Youtube kami, yakni channel OraNgiro Musik selama ini sudah mengunggah 4 lagu, semua lagu karya Mas Edy Dodot. Selama 14 hari saja, channel Youtube kami tersebut telah berhasil dimonetisasi (monetize).” ungkap Mustofa.

Mustofa dalam kesempatan tersebut juga telah mengisahkan mengenai keberadaan para seniman yang selama ini mendapatkan hasil finansial secara offline. “Kami ingin bahwa karya seni teman-teman bisa didukung sepenuhnya. Tidak hanya musik semata, namun berbagai bidang seni lain serta konten kreatif apa pun. Kami juga berupaya untuk membantu agar saluran (channel) yang dimiliki bisa membuat dimonetisasi dengan cepat. Kami siap mendukung siapa pun, tetapi untuk mengawalinya kami hendak berfokus untuk mendukung para seniman dari Kendal terlebih dahulu. Pada kesempatan ini kami meluncurkan lagu Garangan karya Mas Edy Dodot. Lagu tersebut menjadi single terbaru Mutik Nida si Ratu Kendang yang digarap bersama OraNgiro. Kami menargetkan minimal dalam satu minggu sudah mampu meraih satu juta penonton.” tegas Mustofa dengan begitu serius di hadapan tamu undangan dan para seniman dari berbagai kecamatan di Kendal.

Dalam peluncuran OraNgiro Management tersebut juga menghadirkan Muslichin, budayawan Kendal yang membeberkan panjang lebar mengenai pengamatannya tentang perkembangan kesenian di Kendal dari tahun ke tahun. Bahkan sejak era 80-an pada saat ia sempat pula menjadi ketua festival musik yang cukup bergengsi di Kendal kala itu.

“Semoga dengan kehadiran OraNgiro Management di Kendal ini bisa menjadi wadah buat musisi-musisi Kendal yang saat ini mungkin masih sangat sedikit sekali didapati sebuah wadah yang dikelola serius untuk menaungi keberlangsungan kerja kreatifnya.” Ungkap Farid Mustofa, Ketua Komunitas Musisi Kendal (Komik) dalam sambutannya.

baca juga  Hormati Guru Lewat Puisi (Koran Wawasan, 3 Desember 2015)

Grand Launching dalam penanda kelahiran OraNgiro Management tersebut ditampilkan penggalan dari 4 lagu karya Edy Dodot yang sempat moncer di blantika musik nasional bersama grup band Notku. Penggalan lagu-lagu yang diputar tersebut di antaranya berjudul Si Om, Aku Tak Peduli, Akhiri Saja, Malam Minggu, serta penayangan penuh videoklip lagu Garangan, sebuah single terbaru Mutik Nida Ratu Kendang yang digarap dengan begitu apik oleh OraNgiro, yang pada tepat pukul 21.15 WIB, lagu tersebut diunggah di saluran Youtube OraNgiro Musik.

Harapannya, dengan kehadiran OraNgiro Management dapat menjadi jembatan menuju hari esok yang lebih bercahaya. Meski sungguh, dalam menggapai kesuksesan sangatlah tidak mudah. Namun mempertahankannya pun lebih sulit daripada meraih kesuksesan itu. Kali pertama apresiasi yang diberikan oleh OraNgiro Management ditujukan untuk seni musik, terutama pada lagu-lagu karya musisi kenamaan Edy Dodot. Selanjutnya, tak menutup kemungkinan berbagai jenis kesenian akan turut serta diapresiasi. Termasuk produksi karya dari Paradoks, sebuah grup musikalisasi puisi dari Kendal yang turut serta live performance dalam gelaran Grand Launching Garangan Mutik Nida Ratu Kendang. Grup musik yang beranggotakan guru-guru dari berbagai mata pelajaran (bukan hanya guru musik) turut menyuguhkan lagu-lagu yang bersumber dari karya-karya puisi dalam momen baik yang ditunggu-tunggu tersebut.[] (SNA).

About the author

Aku hanya ingin menjadi spasi untuk menghindarkanmu sebelum titik. (SNA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *