Puisi Setia Naka Andrian (Majalah Basis, 1 Februari 2017)

Puisi Setia Naka Andrian (Majalah Basis, 1 Februari 2017)


Mimpi Buruk

Seburuk apa mimpi yang kita rindukan
Tidur yang belum pulas
Atau terjaga yang tak kunjung reda
dihabisi kelaparan paling sesak di dada
Seburuk apa mimpi yang kita rindukan
Ranjang yang dihakimi
Atau kursi-kursi mangkrak
yang menunggu kehancuran
Seburuk apa rindu yang kita impikan
Mata kita terlanjur panas
Menyisakan obat nyamuk,
kopi, dan ketela bakar
Kita tak berdaya
Dihujani televisi dan koran-koran
Mereka memerahkan telinga
Memberitakan diri sendiri
Memproduksi kematian tubuh sendiri

Kendal, September 2016


Visitors : 249 views

71 Replies to “Puisi Setia Naka Andrian (Majalah Basis, 1 Februari 2017)”

  1. Fajar Setiawan, pbsi kelas 2c
    Puisi ini melukiskan penyesalan seseorang tentang apa yg sudah terjadi akibat perbuatannya sendiri, karna hanya berfikir untuk hari ini, tanpa memikirkan apa yg akan terjadi dg hari esok.

  2. Meika Nur Masita (kelas 4C)
    Puisi Bapak sangat bagus. Menurut saya, puisi diatas menggambarkan bagaimana keadaan politik dan birokrasi yang terombang-ambing. Bagaimana tidak, para pemimpin politik lebih asik memikirkan untuk memperkaya diri sendiri daripada bertindak untuk kesejahteraan rakyat. Bukankah nasib bangsa berada di tangan penguasa politik selain ada di tangan rakyat?. Yang dapat kita amati saat ini penguasa politik sangat memanfaatkan media massa yang berkembang begitu pesatnya untuk dapat mempengaruhi masyarakat atau membuat berita-berita yang hoax. Semoga pemimpin bangsa lebih bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan rakyat.

  3. Ersa Ramadyaningrum (PBSI 2C)
    Karya sastra yang begitu menyentuh dihati dan membuat diri ini menjadi lebih semangat lagi untuk terus belajar belajar dan belajar agar bisa menciptakan karya sastra seperti Bapak Setia Naka. Kami akan selalu merindukan sebuah kerya sastra yang telah Bapak ciptakan.

  4. Maratus Sholihah 4C
    Menurut saya puisi pak naka bagus. puisi ini berisi perlakuan orang-orang politik yang memperkaya dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyat kecil. omongan yang terkesan manis saat awal ternyata hanya janji belaka. Rakyat merasa seakan keadaan tersebut seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.

  5. Nur Indah Permatasari 4B
    Menurut saya puisi bapak naka sangat lah bagus, selain menyentuh di hati bahasa nya sangatlah indah. di sini saya semakin menyukai kumpulan-kumpulan puisi hasil karya bapak.

  6. Eny Yuandika Perdana Ningrum PBSI Kelas 2C
    Saya sangat suka dengan puisi ini,puisi ini sangat bagus serta penggunaan diksinya sangatlah menarik sehingga tidak semua orang dapat memahami apa isi dari puisi ini.Menurut saya isi dari puisi ini menggambarkan tentang tokoh-tokoh politik yang memperkaya dirinya sendiri sementara rakyat kecil hanya bisa berdiam melihat tokoh-tokoh politik yang gila akan kekuasaan sementara rakyat diluar sana banyak yang masih kelaparan dan kita hanya bisa memanas dengan apa yang kita lihat dan merasakan pahitnya atas perlakuan orang-orang besar itu, sedangkan kita tidak dapat berbuat apa-apa dengan apa yang mereka perlihatnkan melalui media masa.

  7. Mirna maritsa zulfa, PBSI 2C
    Puisi ini sangatlah Bagus dan menarik untuk dibaca.
    Puisi ini menggambarkan tentang seseorang yang ingin memperkaya dirinya sendiri sedangkan orang lain hanya berdiam diri melihat kegilaan yang dilakukan.

  8. Naylus sadiyah(2c)
    Menurut saya puisi ini menggambarkan keadaan seseorang yang pasrah dengan keadaan di dalam hidupnya dan tidak ada niat untuk berusaha memperbaiki kehidupannya.

  9. Saya Novia Radianingsih PBSI 4C.
    Puisi Bapak Naka memang bagus. Setelah saya memahami puisi bapak yang berjudul "Mimpi buruk", kejadian yang di ceritakan seperti pemerintahan di indonesia. Banyak sekali sandiwara dan janji- janji manis para pemimpin yang tak kunjung berbuah manis, dan warga yang dirugikan.